Kamis, 03 Oktober 2013

God doesn’t play dice with the world (Einstein)

Assalamualaikum, Wr.Wb

dalam  hidup mungkin kamu pernah bertemu dengan seseorang, sangat berkesan sehingga kamu tidak mungkin dapat melupakannya?

dalam hidup mungkin kamu pernah bertemu dengan seseorang lalu menjalin hubungan dengannya, tidak lama, sebentar, hanya karena pilihan meninggalkan adalah keputusan yang terbaik saat itu, sangat berkesan, sehingga sekuat apapun kamu mencoba melupakan kenangannya, itu sangat sulit.

dalam hidup mungkin kamu pernah memiliki moment-moment indah penuh kebahagiaan, terkadang kamu justru bukan merindukan kebersamaan dengan seseorang disaat moment itu, melainkan memang hanya menginginkan moment itu terulang kembali, entah bersama dia yang disebut masa lalu atau dengan seseorang yang kau inginkan sempurna di masa depan.

Hari ini kamu dapat tertawa….atau mungkin bersedih..
Esok kamu juga masih mampu tertawa…..atau menjatuhkan air mata….
Hari ini dan esok terbentang jarak perbedaan waktu…dan semuanya telah berjalan sesuai pilihanmu..

TUHAN BERENCANA…
GOD DOESN’T PLAY DICE WITH THE WORLD…. (saya mengutip kalimat indah ini dari Albert Einstein)

Karena Tuhan tidak pernah bermain dadu dengan dunia…
Jika Tuhan bermain dadu, sekali lempar dalam genggam kocokan-Nya, maka angka yang terlontar dari dadu bisa 6, bisa 3, bisa 4, 5 dan seterusnya….
God doesn't play dice with the world (Einstein)
Tuhan tidak pernah “bermain” dalam menentukan TAKDIR HIDUP seseorang….yang terjadi dalam hidup adalah semua yang telah Tuhan rencanakan..

Bahkan sejak dirimu belum tercipta di dunia, Tuhan telah menuliskan semua takdirmu sejak kau masih di dalam rahim Ibumu yang melalui tiga fase kegelapan…. Subhanaullah… Allah Maha Besar….

Jangan pernah bersedih jika kamu pernah bertemu dengan seseorang lalu menemukan masa-masa indah bersamanya, namun kamu kemudian berpisah karena itu merupakan pilihan bijak yang terbaik diantara kalian.

Jangan melarutkan airmata kesedihan untuk setiap kehilangan, karena Tuhan tidak pernah memegang dadu bukan?untuk takdirmu yang demikian pahit saat ini kau rasakan, Tuhan tentunya telah mempertimbangkan segala sesuatunya, takdir Tuhan yang berjalan dihidupmu…nikmatilah penuh syukur..

Percayalah bahwa tersimpan rahasia yang terbaik yang akan Tuhan berikan, lewat kehilangan kau akan belajar untuk meng-ikhlaskan….dan selalu berbaik sangkalah terhadap rencana Tuhan, pasti Tuhan telah mempersiapkan yang lebih baik sebagai gantinya, sebab Tuhan tidak akan membiarkan makhluknya bersedih terlalu lama.

Nikmatilah apapun takdir yang Tuhan berikan, yakinlah bahwa semua telah ter-rencana dengan matang, karena God doesn’t play dice with the word….untuk hidupmu terutama yang sangat indah, bersyukurlah!

Wassalamualaikum, Wr.Wb.

Rabu, 02 Oktober 2013

Idul Fitri dan Mudik Kemarin

Assalamualaikum Wr.Wb.

Rasanya sudah lama sekali tidak menyapa, sekarang sudah bulan  Oktober. Banyak kesibukan yang bercampur dengan kemalasan, hehehhee…tapi sepertinya rasa malas itu yang lebih dominan.
Kali ini saya berbagi cerita, soal Idul Fitri kemarin…rasa-rasanya sedikit sudah agak basi memang, tapi untuk sebuah kata maaf? Belum terlambat bukan?? Minal Aidin Walfaizin yah sahabat episode diary, semoga  Allah SWT senantiasa meridhoi kita dan dapat mempertemukan kembali pada Ramadhan yang akan datang, Amiin Ya Robballallamin.

Bagaimana Idul Fitri kalian?tentu makna kemenangan yang begitu bahagia  dirasakan setelah 1 bulan kita beribadah di bulan Ramadhan, bagi keluarga kecil saya bersama  Aa, dan  Alhamdulillah ini merupakan Idul Fitri pertama kami setelah masing-masing  saat masih single melewatkannya bersama keluarga besar. Alhamdulillah untuk suamiku bisa full puasanya, kalau saya sendiri tidak bisa full karena sempat kedatangan tamu bulanan di awal Ramadhan. Selain Idul Fitri pertama yang kami lewatkan bersama, kali ini juga  perasaanku benar-benar cetar membahana badai heheheehe lebaaaaayyyy bangeeett yaa…soalnya untuk pertama kalinya dalam hidup…saya merasakan MUDIK!!!!

Mudik……enggak  pernah terbayangkan sebelumnya saya bisa mudik, hehhehehe secara memang dari kecil keluarga tinggal di dalam kota/ satu daerah yang mudah terjangkau. Jadilah ini momen mudik pertama bagi saya dan aa’ yang pertama. Bagaimana dengan aa’? Sepertinya juga sama, bagi aa’ ini juga merupakan pengalaman pertama.

Pada awalnya saya dan aa’ begitu semangat merencanakan rute mudik, bahkan ada kemungkinan untuk kami berdua stay di Bandar Lampung untuk waktu yang lumayan lama, hal itu disebabkan aa’ akan mengambil cuti Lebaran, akhirnya saya benar-benar terbuai khayalan untuk merasakan waktu yang lama bercengkrama dengan sanak keluarga di Bandar Lampung. Yaaah….apa daya, semua rencana dan khayalan itu musnah begitu saja, soalnya pada kenyataannya form cuti suami ditolak oleh atasan, aa’ tidak diizinkan untuk mengambil cuti Lebaran oleh atasannya dikarenakan setelah Idul Fitri masih banyak tanggung jawab pekerjaan yang harus diselesaikan.

Waktu liburan yang singkat itu membuat kendur semangat  saya dan aa’ , bahkan sempat terlintas untuk membatalkan rencana mudik karena kesal dan kecewa. Rasa kerinduan akan wajah Mama dan Ayah di Lampung membuat saya terus  membulatkan tekad, saya terus membujuk aa’ supaya tetap semangat,pasti Allah SWT punya yang terbaik, saya yakin itu! Tidak apa-apa walau sebentar, yang penting bisa bertemu dengan orangtua sudah pastilah senang.

Alhamdulillah kami akhirnya mudik juga, yang sangat senang tentulah saya….hehhhehhee. Saya dan Aa’ tak lupa berburu oleh-oleh khas Malang, kami searching di internet tentang oleh-oleh khas Malang. Jadilah kami menemukan di internet tentang tempat/toko oleh-oleh khas Malang. Kami membeli banyak keripik tempe dan keripik apel khas Malang di Toko Lancar Jaya, nah kalau di Bandar Lampung setara dengan Toko Oleh-Oleh Yen-Yen. Tapi sebenarnya berbeda jauh, jika di Toko Lancar Jaya benar-benar memproduksi sendiri dengan merk yang sama dengan nama tokonya, nah sedangkan  di Toko Yen-Yen hanya distributor saja, produk keripik pisang yang dijual di Yen-Yen merupakan keripik pisang ber-merk ANEKA, bukan keripik pisang Yen-Yen. Soal rasa? paling enak menurut saya keripik pisang rasa cokelat.

Balik lagi ke topik mudik, hheheeehe….nah pada saat mudik kami menempuh jalur darat dengan menaiki kereta api dan kapal laut, memang rencana awalnya saya dan aa’ ingin naik pesawat dari Malang-Lampung, tapi apa daya harga tiketnya sangat mahal untuk 2 orang pulang-pergi totalnya bisa 7 juta lebih,waduuuhhh…..lebih baik cari yang agak murah aja deh, kan lumayan sisa uangnya bisa untuk THR dan belanja baju Lebaran serta buat simpanan, hehehhehee….total Tiketnya untuk PP 2 orang hanya 2,2 juta….lumayan banget kan selisihnya, hehehhehe…itu hanya tiket, yang agak besar justru biaya jajan nya doong…hehheee soalnya saya dan aa’ hobi banget jajan.

Okey, finally saya mencium udara Lampuung….duh waktu di Kapal Fery saja saya udah perasaan enggak sabaran banget sebanget bangetnya (lebaaay) hihihihihiii…. pada saat Bus Damri kami baru di Kalianda Lampung  Selatan pun saya udah gegirangan, saya bener-bener menikmati mudik karena kangeen yang membuncah tumpah ruah waktu itu…sampai-sampai saya tidak bisa tertidur atau memejamkan mata walau hanya sebentar, nah..sementara aa’??? waaah…dia nyaris kerjanya bobo doangg….zzztzzzzt…zzzzt….

Lebaran Cuma ya libur 2 hari raya itu doang saya dan suami nikmati..hikssss….untuk pertama kalinya saya ber-Lebaran di rumah Mertua…Sholat Ied di Lapangan Pahoman (yang biasanya saya waktu zaman gadis sholatnya di Masjid Sukarame hihihiihi..) pake mukenah model baju yang lagi Heittsss macam Mukenah Ashyanti gituu dehh (sebenarnya agak maluuu...hahhahaa make nya) kembar-kembar bersama kakak ipar dan mama mertua serta adik ipar (lucu bangeeett deeehh kembaran hehehheee…)
Nah ini nih model mukenah baju yang alak-alak Ashyantii cyiinttt....kembaran gituu...lucu deh :)
Acara Idul Fitri?? ya kumpul-kumpul doong pastinya...hehehhee..saya ikut meramaikan momment kumpul bersama Keluarga Besar AS.Imam Prabu dan Martadiredja lalu acara tahunan di keluarga mereka yang nyekar/ ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Kedaton Bandar Lampung, keluarga aa’ memang TNI di pihak Mama dan Papa Mertua semuanya Veteran dan mereka sungguh ruaameeee juga keluarga besar…Duuh…nyenengiiinnn banggeetttttttttttt!!!!

Ini tuh waktu acara Open House di rumahnya Teteh Indri (kakak ipar aku)


Open House nya santap siang ada menu favorit pempek dan tekwan looohh... yummy bangeet!!!!!!
Nah...nah kalau arus balik ke Malang gimana?? Duuuh....kalau itu sih saya lebih banyak mempersiapkan mental supaya bisa keep struggle buat balik lagi merantau niih....Chiayoo!!! Semangat yahh Filoniiii !!!! Wassaalamualaikum Sahabat Episode Diary :*

Sabtu, 20 Juli 2013

Surga itu dekat, sedekat dekapan suamimu..

                                         Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia
walau jalannya sukar dan curam.
Dan apabila sayapnya memelukmu, menyerahlah kepadanya
walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung
sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya.
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya….
Adalah ketika dia tidak memedulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia…

penggalan tulisan itu merupakan bait goresan dari pujangga Kahlil Gibran yang saya dapatkan di cover belakang buku “Doa-Doa untuk Pengantin Sakinah di Dunia Bahagia di Akhirat” karya Sita Simpati. Buku bacaan itu saya beli 1 bulan sebelum pernikahan saya dan aa. Saat berada di Toko Buku Gramedia (Lampung) waktu itu saya yang biasanya menyukai buku-buku novel justru tertarik dengan buku karya Sita Simpati tersebut, maklumlah sebab saya berfikir bahwa waktu itu akan menjadi manten, hehehe…

Bukunya punya cover yang bagus, bunga sakura. Lucu. Saya tertarik sekali melihat judul pun ditambah covernya, quote don’t judge book from the cover agaknya tidak berlaku saat itu bagi saya, hehehe. Saya sudah menamatkan bacaannya, saya tidak melakukanya secara marathon. Saya membacanya ber tahap dan sedikit terputus, saya membaca tepat 1 hari sebelum pernikahan,sebab saya baru saja mendapatkan sedikit waktu senggang untuk santai membaca setelah resign dari perusahaan tempat saya bekerja. Pada bab-bab yang saya baca isinya membuat saya paham tentang makna pernikahan dan kenapa harus menikah. Menikah adalah jalan pembuka pintu surga. Subhannaullah, saya mengutip dari halaman 17 buku tersebut: Rasulullah Saw. Menyebut ketaatan kepada suami sebagai salah satu cara terbaik meraih surga setelah ketaatan kepada Allah.
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kesuciannya, dan taat kepada suaminya, dikatakan  kepadanya, ‘Masuklah engkau ke dalamsurga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR.Ahmad dan At-Thabrani)

Ketika saya membacanya, tertegun sudah pasti, ada perasaan takjub disana. Allah Maha Besar. Sebagai seorang istri, kelak saya harus patuh terhadap suami, selama suami menuntun saya ke jalan yang benar. Saya kemudian menjadi bertekad demikian, agar surga tidak jauh dari saya. Godaan itu pasti datang, namun itu tergantung dari kuatnya keimanan kita.

Kemudian, karena aktifitas saya yang sibuk saat hari H, saya baru melanjutkan membaca di 3 hari sesudah menikah. Saya melanjutkan bacaan di bab-bab yang tengah hingga bab akhir yang berisi lantunan doa untuk pengantin, dan saya benar-benar menamatkan baca-nya saat itu juga. Buku itu merupakan bacaan yang membuat iman kita Insha Allah bertambah dan lebih mantap buat menikah. Saya recommend buku bacaan ini buat blogger yang ingin segera menghadapi pernikahan atau yang sudah menikah.

Allah Maha Baik, Allah menganugerahkan aa yang sangat sabar menghadapi saya. Saya ini tipekal wanita yang jauh dari sempurna, namun suami tetap menerima saya apa adanya. Cobaan, kerikil kecil tentu saja ada, apalagi sebuah tangisan atau kesedihan…pasti menghiasi 1,5 bulan pijar nyala pernikahan kami berdua. Sabar…sabar kuncinya, sabar nya suami harus lebih besar terhadap perilaku istri yang sering kekanak-kanakan.

Pagi ini, dari semalam kami berdebat mengenai rencana tugas ke Kediri (lagi) yang memang rencananya saya agak bimbang memutuskan untuk ikut atau tidak. Dan seusai sahur saya memandang lekat wajah suami, dia adalah pria yang bersedia menikahi saya dengan segala kekurangan serta rahasia-rahasia saya, pria yang tidak mencoba mencungkil masa lalu saya, pria yang mengikat janji suci dihadapan Tuhan, pria yang membuat saya menangis dan tertawa..dia yang merupakan belahan jiwa…sungguh saya bahagia memilikinya. Tawaran itu akan saya jawab: “Aku bersedia hari ini berangkat lagi ke Kediri, walaupun tinggal di kontrakan petani, enggak di hotel ya ndak papa, yang penting bisa disamping kamu…”  Saya segera packing, dan aa memeluk saya begitu erat…sepertinya hatinya merekah bagai bunga sakura di cover Buku itu, saya berterimakasih pada Allah…atas nikmat ini, sekali lagi saya mengabari hati bahwa Surga itu dekat, sedekat dekapan aa.

Hari ini saya memilih, luka lama pada tanggal 22 yang menanti itu saya tinggalkan. Toh jika saya sejajarkan, sang luka lama tetap akan memilih wanita yang berpuluh tahun telah hidup bersamanya, dan bukan bunga yang baru merekah seperti saya (renungan)

Jumat, 19 Juli 2013

Soraya Januari-Februari

Antara Januari dan Februari itu ada cerita
Kisah sembilu namun penuh suka
Semua mengira selesai pada akhirnya
Namun ternyata berhasil melewati masa-masa kritisnya.

Soraya masih belia, ia meminta sedikit dari kebahagiaan pujaan hatinya, ia tak ingin permintaan itu bercampur keserakahan atau egonya.
Soraya masih belia, ia gadis yang bercita-cita membahagiakan pujaan hatinya, tanpa menyentuh sedikitpun garis-garis akal sehatnya. Tak memperdulikan kata-kata “kamu sudah gila” yang menari-nari riang di fikirannya.

Soraya masih belia, entah ia gadis lugu atau sekedar membaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ia berhasil memposisikan hatinya, membagi-bagi dalam beberapa porsi, namun porsi terbesar setelah Sang-Khalik ia tempatkan untuk sang pujaan hatinya.
Walaupun pada akhirnya Soraya harus merasakan kecewa hingga mencabut seluruh daging dari tubuhnya… harus menerima kenyataan bahwa: cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Soraya berdoa: “Tuhan..buatlah pria-ku mencintaiku, walau sedikit..walau kemungkinannya bagai mencari jarum di tumpukan jerami..tapi aku yakin ini tidak salah Tuhan..buatlah kami saling mencinta, yang salah hanya waktu kami dipertemukan..”

dan..pada akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanya….tapi Tuhan tidak pernah merubah takdirnya. Hanya sedikit mengabulkan pada bagian: buatlah kami saling mencinta.
Sebab Tuhan tidak pernah salah akan takdir terhadap ciptaan-Nya..
Sebab waktu tidak bisa diputar..jika bisa diputar maka akan bertimbul pertanyaan-pertanyaan tak waras seperti:
“Oh..kenapa tidak aku duluan yang dipertemukan dengannya?”
“Oh…kenapa tidak dia lahir sama dengan waktu Ibu melahirkan aku?”

Sedikit saling mencinta apalah artinya?namun sudah patutnya bersyukur..karena memang doanya hanya sedikit, tidak banyak…Soraya kala itu minta sedikit..sebab pujaan hatinya sudah memiliki kebahagiaan yang begitu luas. Soraya takut merusak bahagia pria yang dicintainya, ia takut menjadi sebab musabab sebuah kehancuran serta nestapa pada sang pujaan hatinya.

Soraya memulai antara Januari-Februarinya...tenang, masih panjang...hanya aku yang mencintai..dan jika kamu mencintaiku, maka itu hadiah dari Tuhan-ku, sebab aku rajin menyebut namamu dalam setiap doaku..(Soraya berdoa)

**************

Kepada birunya langit...

suara  percakapan telepon: "sudah ya, aku sudah dijemput..bye.."
KLIK..telepon itu dimatikan, belum sempat aku berbalas.

Kepada birunya langit...
Tidak pernah terfikiran sampai kapan kamu berwarna biru..
Atas apa-apa yang aku perbuat dahulu..aku minta maaf..
Kenapa saat ini kamu menjadi begitu biru...
Aku hanya semut yang mendongak pada langit..
Kamu luas..kamu biru..kamu terhampar…sekali lagi..kamu kuasa..
Lalu aku? Izinkan aku sedikit saja bisa memandangmu wahai langit biru..

Kepada birunya langit..
Tidak pernah terfikirkan sampai kapan kamu meneduhkanku..
Atas apa-apa yang kamu perbuat justru selayaknya membuat aku takut..
Aku takut lukamu makin pilu…makin susah untuk mengering dan sembuh..
Sama seperti lukaku…aku biarkan saja ia menganga lalu kering seadanya...kubiarkan lukaku itu..
Jangan lakukan itu…aku mohon kembalilah pada logikamu…kembalilah sayangku...

Kepada birunya langit..
Tidak pernah terfikirkan sampai kapan kamu berada diatas situ..
Atas apa-apa yang kamu usahakan adalah hal yang sepatutnya tidak perlu..
Aku janji bahkan sebelum kau memulai segala cerita ini, aku tetap tidak akan pernah bisa melupakanmu..

Sebab aku selalu butuh langit dan kamu tidak akan butuh aku..
Sebab kamu sudah biru dan begitu luas…sudah sebegitu bahagia..
Sedangkan aku tetap akan semut kecil…yang menengadah padamu..berharap kau biru..jangan hitam apalagi kelabu, jika itu terjadi, maka semut ini akan terus dibawah tanah..menggali rumah untuk bersembunyi...


Sebab aku selalu butuh langit biru.. (19 Juli 2013/15:07) 

Kamis, 18 Juli 2013

Logika ini-itu (percaya akan usaha-bukan religius)

Pagi ini saya dikejutkan...ah!!!benar-benar....saya ingin menulis semua kalimat yang benar-benar..benar-benar ada di dalam fikiran: 

Waktu ini, mungkin sudah diluar akal sehat…menerima kabar seburuk rupa..
Aku sungguh kaget luar biasa…
Seperti berjalan gontai bukan sekedar anemia..
Entah harus bagaimana..harus apa…
Sedari dulu aku juga sudah tahu, bahwa iya sering berfikir dengan logikanya..
Sedari dulu aku selalu mencoba paham, bahwa iya lebih senang mengasah akal sehatnya..
Sedari dulu aku mengerti, iya tak kenal akan namanya sesuatu yang bersifat kebetulan semata..
Aku bertemu karena takdir..
Aku berpisah juga karena takdir..
Lalu takdir dan usaha? Ada korelasinya antara takdir itu, aku selalu berusaha juga berdoa agar takdir mempertemukan kita untuk ke-sekian kalinya..

Waktu itu, bahagia meluap-luap seakan ingin meledak di dalam dadaku..
Aku pernah bertanya, apa kau percaya takdir?
Iya menjawab: “tidak..aku percaya usaha”
Mendengar hal itu aku sungguh kesal dibuatnya…
Tidak ada yang lebih bisa dipercaya selain Takdir yang telah Tuhan berikan pada kita..
Kita bisa mengubah caranya..mengubah jalan dan proses untuk menghindari atau justru menggapai takdir tersebut…namun bukan takdir atau ketentuannya…
Semua takdir itu sudah dituliskan dari sang-Pencipta… Allah Pemilik bumi segala isinya…
Lalu iya berkata: “aku bukan religius”
"matamu sebening langit nan biru"
Aku makin kesal dibuatnya…sungguh kesal mendengarkannya…
Percayalah…suatu saat kau merasakan antara takdir-usaha-religius itu akan bersatu..

Aku sungguh lebih kaget luar biasa…
Cemas sudah meraup seluruh gambaran air muka..
Berharap fikiranku ini salah dan logika yang menjadi benar..
Iya tak mungkin melakukan hal itu..
Iya tak mesti melakukan hal ini..
Iya tak seharusnya membuat ini-itu..
Aku harap cuman pikiran halusinasiku saja..
Semoga memang bukan…

***********
(Jika fikiran ini gila, maka logika memang tidak bermain sampai sejauh ini, jika datang dan menghampiriku, maka aku bersumpah akan benar-benar pergi dari cerita ini selamanya) 

Mencintai itu Keputusan (oleh M.Anis Matta, Lc.) (tulisan yang saya dapatkan melalui kiriman e-mail dari seseorang yang hangat dan keren)

Saya pernah mendapatkan sebuah e-mail, dan membuat saya terpaku untuk waktu yang lama. Kemudian pada musim ini, awalnya saya berniat membuka e-mail untuk mengecek e-mail masuk sembari merapihkan (men-delete beberapa message yang tidak penting) pada akhirnya justru lebih banyak melamun sambil terus berulang membaca tulisan-tulisan indah dari e-mail itu. Saya banyak mendapatkan beberapa tulisan-tulisan yang bagus dari beberapa sahabat sosial media.

Tulisan dari e-mail itu akan saya share untuk blogger, sungguh bagus…sampai kapanpun saya akan selalu mengingat dan berterimakasih kepada sang pengirim. Keren! Walaupun saya juga tau bahwa dia pun hanya mengutip dari tulisan M. Anis Matta, Lc. dan tetap saja semua yang dia lakukan pada saya selalu keren. Alhasil, e-mail itu terus bertahan di inbox saya serta menjadi salah satu favorite, saya berharap sang pengirim e-mail dalam keadaan sehat saat ini, itu jauh lebih dari bahagia. Amiin.

Mencintai itu Keputusan
Oleh M. Anis Matta, Lc.

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya.
Lekat-lekat..
Nanar..
Gadis itu masih terlalu belia.
Baru saja mekar.

Ini bukan persekutuan yang mudah.
Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya.
Sebentar kemudian ia pun berkata, ”Kamu kaget melihat semua ubanku?
Percayalah!  Hanya kebaikan yang akan kamu temui di sini.”
Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila.
Selanjutnya adalah bukti cinta..

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi…
sebab memberi adalah pekerjaan…
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan,
menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat…
sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu yang lama.

Begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh…
maka hendaklah setiap orang berhati hati saat ia mengatakan, “Aku mencintaimu.”
Kepada siapapun..

Sebab itu adalah keputusan besar.
Ada taruhan kepribadian di situ.

“Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.”
Yang terakhir ini adalah juga ungkapan lain dari,
“Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu
untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia…

Aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin…
Aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu
dalam kebaikan harian yang akan kulakukan padamu…

Aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu
yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu…”
Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita.

Sekali kamu mengatakan pada seseorang, “Aku mencintaimu,”
kamu harus membuktikan ucapan itu.

Itu adalah deklarasi jiwa..
bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan,
tapi terutama tentang kesiapan yang kemampuan memberi,
kesiapan dan kemampuan berkorban,
kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta:
memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi itu tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap.
Tidak ada cinta tanpa kepercayaan.

Begitulah bersama berlalunya waktu..
suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya.
Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya.
Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya.
Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.

Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti.
Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang begitu panas di awal hubungan
lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar,
persahabatan berakhir,
keluarga berantakan,
satu pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear.
Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan.
Karena itu konteks dimana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional.

Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit.
Di situlah konsistensi teruji.
Disitu juga integritas terbukti.
Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit,
jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh.
Bahagia sebahagia-bahagianya.
Puas sepuas-puasnya.
Sampai tidak ada lagi tempat bagi yang lain.
bahkan setelah sang pencinta mati.

Begitulah Naila.
Utsman bin Affan telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta.
Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh.
Ia bahkan menutupi wajahnya untuk menolak semua pelamarnya.
Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.


*************

Qais berdoa (Mimipi-mimpi Laila Majnun dari Kumpulan Cerpen Berjuta Rasanya karya Darwis Tere Liye)

Saya mengutip doa Qais dalam kisah yang berasal dari buku Kumpulan Cerita Pendek karya Darwis Tere Liye, salah satu pengarang favorit saya, buku berjudul Berjuta Rasanya yang saya yakini sudah pasti best seller (selalu bang Tere Liye pasti menjadi the best).

Pada bagian cerita ke-7 dengan judul Mimpi-mimpi Laila Majnun, sungguh cerita yang haru biru, walaupun cerita fiksi namun seperti nyata…mungkin di belahan bumi ini terdapat kisah seperti itu, tapi endingnya membuat saya bergidik..oh tidak..jangan sampai ada cerita seperti itu…sebab kasihan jika kisah itu benar menjadi nyata, mengerikan dan tragis.

7.Mimpi-Mimpi Laila Majnun (halaman 105)

(saat Qais dalam keadaan terhimpit pengejaran pasukan-pasukan seratus penunggang kuda Badui dengan pedang terhunus semakin dekat, Qais berdoa sambil memangku tubuh Laila yang sudah beku kaku menjadi mayat)

Wahai, untuk pertama kali dan untuk terakhir kalinya Qais menangis. Wahai, air mata itu mengalir pelan membasahi pipi hitamnya.

"Ia membuat seorang raja menjadi hamba/
Saudagar kaya menjadi peminta-minta/
Panglima perang hina teraniaya//

Ia membuat malam terang benderang/
Terik matahari gelap tertutupi/
Angin tertahan berhenti bertiup/
Air tak mampu mengalir ke bawah//

Apalah artinya diriku?/
Raja bukan, saudagar tidak, panglima jauh/
Apalah harga diriku?/
Bulan bukan, matahari tidak, angin belum, air pun jauh//

Aku hanyalah pengembara cinta/
Tersesat dalam perjalanan menyedihkan ini/
Aku tak tahu lagi harus melangkah ke mana/
Aku tak tahu lagi//

Kirimkanlah kereta penjemput terbaik-Mu/
Juntaikanlah tangga emas itu dari arsy-Mu//

******

Ramadhan Mubarak 2013 (bergegas untuk waktu bersama)


Alhamdulillahirobbilalamin....
Tuhan Maha Baiiiiiiiiikk luar biasa………….
Ramadhan tahun lalu kulewati biasa-biasa saja, mana mungkin berfikir aneh-aneh waktu itu.
Kefikiran mau nikah aja tahun lalu enggak, nah boro-boro mikirin 2013 Ramadhan udah sama suami.
 


Subhanaullah…Allahuakbar. Maha besar Allah…Ramadhan kali ini sungguh terasa berbeda..ya, tentu saja berbeda banget, aku sekarang sudah berkeluarga. Ramadhan kali ini aku lumayan sedih pada awalnya, soalnya aku halangan di hari pertama (baca post blog ku yg sebelumnya deh yang judulnya cerita ke Mamah bagian-2), pun kesedihan itu makin bertambah setelah suami juga berada di luar kota untuk urusan pekerjaannya.



Perasaan awal minggu pertama Ramadhan: 

Sumpah ini apa? Kenapa juga mesti datang bulan!aku mengumpat kesal waktu itu, kesal karena ini Ramadhan..bulan yang lebih baik dari 1000 bulan, bulan yang didalamnya terdapat bermilyar keberkahan Allah SWT didalamnya….lalu kenapa kok aku ndak bisa merasakannya di awal-awal?
Astagfirullahalazim..mungkin ini kesal dan galau nya masih kebawa-bawa perasaan ya Allah..aku berfikir lebih dalam, kan Ramadhan masih panjang…datang bulan juga cuman sebentar kok 1 minggu, engga lama-lama banget..jadi masih panjang  buat bisa berpuasa, ada 3 minggu sisanya untuk berpuasa Ramadhan. Galau sebenarnya enggak akan terjadi jika..jika..jikaaaa…suami pulang!!!!!hikss……hiks….sumpah aku bete serta galau luar biasa, waktu itu suami keluar kota, aku uring-uringan saja kerjanya, bahkan pernah sengaja menzolimi diri dengan makan makanan yang instan melulu supaya Tuhan kasih aku sakit diare agar suami pulang (ini jangan dicontoh ya bloger). Pengalaman yang luar biasa, membuat suami juga panik sekali, hingga disempatkan pulang sebentar! Wow!rasanya senaaaang sekali waktu aa pulang, aa belikan aku banyak makanan (ice cream, snack pillows yang cokelat sama ubi, keju kraft, cokelat all variant,dll) banyaaaaakk sekali supaya menyenangkan hatiku. Aa agak heran kok sakitku seketika sembuh saat dirinya pulang dan mengajakku ke swalayan. Oh Tuhan…ternyata bahagianya hanya seketika, karena esoknya aa harus kembali ke tuntutan pekerjaan untuk pergi ke luar kota. Yup!!! Aku makin nelangsaaaaaaa………

Ramadhan…ooh Ramadhaan…memang banyak nikmat yang ada di dalamnya, lanjut cerita..aku berdoa pada Allah SWT dalam keberkahan Ramadhan,berharap nelangsa ku ini putus ditengah jalan, memohon jalan keluar. Doa ku dikabulkan, terciptalah ide: “ bergegas untuk waktu bersama mengikuti suami”.  Pada akhirnya kisah cinta ini ndak berakhir sedih, aku ikut suami bertugas, dengan modal sendiri tentunya..dengan mengeluarkan biaya yang lumayan karena aku sungguh tidak mau dibiarkan nelangsa berkepanjangan.Tidak mengapa asalkan bisa bersama, rezeki bisa kita cari, tetapi waktu serta kebersamaan itu mahal harganya, sayang untuk sekedar menghabiskan dengan sibuk kegiatan masing-masing. Waaahh…itu sih mending, aku disini benar-benar ndak ada kegiatan..sungguh membosankan jika waktumu terpakai hanya untuk tidur saja bukan?? Maka kami putuskan untuk honeymoon kecil-kecilan, hehehheee…nanti kuceritakan yah bagian-bagiannya dan tentang kota yang aku kunjungi saat mengintilin suamiku bertugas disana. Memasuki minggu ke-2 Ramadhan sungguh keren luar biasa!!!


waktu bersama amatlah penting, sekuat apapun kamu menahan untuk bisa tegar padahal kamu membutuhkannya,pada akhirnya kamu akan menyerah juga, bergegas merapihkan barang-barangmu dan segera menyusulnya disana! Yang disana? Sungguh menunggu dengan tangan yang terbuka… (waktu bersama Aa dan Neng)


Senin, 08 Juli 2013

Gadis dan Tulisan-nya dahulu

dulu…ya dulu itu ada seorang gadis yang hobi menulis, lalu dia sering menulis di buku diary, karena yang ditulisnya itu perihal kegiatannya sehari-hari dan sifatnya lebih kepada soal jatuh cinta dan khayalan-khayalan masa puber-nya, maka jadilah si gadis itu menulis sambil dikreasikan warna-warna di bukunya sesuai perasaan hatinya, terkadang sampai ditempel-tempel sticker atau foto di buku diarynya(pernah si gadis sampai menggunakan lipstick ibunya untuk membuat tanda seperti bibir di kertas buku diary-nya). Sampai pada suatu ketika sang Ibu si gadis itu sekali waktu membuka buku  berisikan cerita-cerita anaknya, ibunya tersenyum geli dan mnjadikan hal itu sebagai bahan ejekan becanda untuk anaknya itu. Si gadis yang beranjak remaja itu marah dan gak terima ejekan ibunya, maka mulai saat itu si gadis mengunci buku diary-nya!! Si gadis tetap rajin menulis di buku diary, tapi buku itu selalu ia kunci, ia gembok, ia sembunyikan se-berharga celengan -nya. Ia tetap menulis..tetap menulis hingga SMA!


-diary-
Saat SMA dan kuliahnya, si gadis mulai mengikuti perkembangan zaman tekhnologi semakin maju, termasuk tekhnologi informasi, dari mulai zaman disket,terus CD..sampai ada yang namanya flasdisk. Si gadis juga semakin tumbuh menjadi pribadi yang melek akan informasi, ia belajar ilmu komputer dan media sosial. Si Gadis mulai mengerti adanya jejaring sosial, muali dari apa itu berkirim surat via e-mail, chating lewat YM,lalu mulai mainan friendster, blogger, facebook, dan yang lainnya.




Apakah si gadis meninggalkan buku diarynya? Oh tentu saja perlahan-lahan  si gadis mulai mengenal  menulis pakai komputer, si gadis mulai merasa bahwa menulis menggunakan tangan dan pena itu jauh lebih pegal daripada mengetik di komputer, jadilah si gadis terkadang bete atau jenuh sambil memijat-mijat tangannya jikalau sedang menulis buku diary yang terkunci itu. Si gadis mencoba buat blog dan menulis pakai komputer, si gadis menemukan kenyamanan bercerita dengan menulis di komputer. Namun si gadis masih cukup trauma saat itu…ia trauma takut-takut kalau saja di media sosial orang akan mengenalnya, mengenal tulisannya, membaca soal curhatan-nya yang kadang mengisyaratkan perasaan cintanya, takut kalau puisinya ketahuan, si gadis tak kehabisan akal..ia tetap menulis dengan menggunakan nama samaran. Nama yang orang lain tentunya tidak akan mengenalnya.

Apa kabar buku diary  si gadis?  Si gadis tidaklah lupa diarynya, ia berterimakasih pada bukunya, karena lewat buku ia justru dapat mengenal keajaiban-ajaiban lainnya..lewat diary itu ia bisa melihat perkembangan dirinya sendiri dari masa ke masa, tentang semudah apa dia menyukai seseorang namun sesulit apa dia jatuh cinta, si gadis menyadari bahwa menyukai dan mencintai itu berbeda. Si Gadis menyukai bercerita, namun ia mencintai menulis, walau itu di buku ataupun di komputernya. Terkadang saat mati lampu tentu si gadis sulit menulis di komputernya, buku diary tetap menjadi pilihannya.

Si Gadis beranjak dewasa….lebih banyak kegiatan yang ia lakukan di luar sana, si gadis sudah mulai lebih banyak bergaul dengan orang-orang nyata, ia terlalu banyak bekerja…berkumpul..bekerja…berkumpul lagi…bekerja…hingga sampai di rumah pun waktu kosongnya ia cukupkan hanya untuk beristirahat. Sesekali saja ia melihat buku diarynya, sesekali juga menulis di komputernya.Dulu….dulu sekali si gadis yang mencintai menulis itu menggunakan nama kiasan serta samarannya, zaman masih labil atau ABG, semua dihapusnya…takut kalau kehidupannya yang  sekarang  terpengaruhi oleh cerita-cerita labilnya. Tidak terpengaruhi memang, tapi tetap lucu-lucu jika ia membacanya sekilas, atau sekilas mengintipnya. Ia ingin memulai baru kembali, sama seperti perjalanan baru di hidupnya saat ini.

*Tulisan-tulisan masalalu boleh diintip, untuk sekedar melihat cerita lucu atau mengambil hal-hal kebaikan didalamnya, bukan untuk mempengaruhi hidup serta masa depanmu yang sekarang* (Filoni Riwiyanti menghapuskan kenangan pahit masa lalu)

Cerita ke Mamah bagian-2 (aku menstruasi mah!)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Harusnya aku posting tulisan ini semalam, berbarengan dengan Episode Cerita ke Mamah bagian 1, hehhehe…tapi berhubung semalam aku sudah ngantuk, mari kita lanjutkan!!!!yuukk….
kami (ibu-anak) saling berbagi cerita saat itu, saat mamah bercerita denganku, aku hanya sedikit berkomentar, memang biasanya seperti itu, mamah lebih banyak curhatnya dibanding aku, beliau bercerita perihal kegiatannya selama liburan sekolah sesudah bagi rapot anak kelas 2 SD. Yup!!mamahku memang berprofresi sebagai Guru Sekolah Dasar.

Sedikit bercerita (semoga memang sedikit) mamahku adalah guru SD, namun bukan berarti kami semua diajarkan olehnya, hampir semua anaknya (kecuali adik nomor 4) memang tidak pernah diajarkan oleh beliau, persoalan gaya mengajar mamah….yah berdasarkan testimonial temanku pas SD dulu yang diajarkan olehnya, mereka mengatakan bahwa mamahku cukup galak dan cerewet, mereka jadi banyak tahu saat diajarkan mamahku, hahha bangga sih mendengarkannya, soalnya itu mengisyaratkan bahwa mamahku guru yang berkualitas di Indonesia (dia pernah pamer mendapatkan pin/ bintang penghargaan dari walikota,gubernur dan level presiden karena pengabdiannya). Sedari dulu yang aku tahu adalah, bahwa mama selalu dipercaya oleh Kepala Sekolahnya untuk memegang kelas atau biasa kita sebut wali kelas di kelas 2 atau 3. Aku rasa tidak pernah berpindah, hanya kelas 2 atau kelas 3 saja….heeemh…saat ini beliau begitu berkeinginan untuk menjadi Kepala Sekolah, mengingat usia serta pengabdian beliau memang sudah lama sekali, istilahnya mamah termasuk guru bangkotan / angkatan lama yang punya skill sangat bagus. Mamahku yang hebat, dia bercita-cita menjadi Kepala Sekolah, namun saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk jabatan se-kelas Kepala Sekolah di kota X itu susah! padahal jalan murni dan resmi yang ditempuh sudah tersedia, akan tetapi, fakta di lapangannya kalau tidak ada uang (sogok-menyogok) atau link/channel itu lumayan tidak mudah, bahkan cenderung sulit…yah walaupun mungkin (berprasangka baik) ada segelintir yang murni…namun itu hanya segelintir, sisanya?sudah barang tentu kenal sama pejabat nganu, saudaranya pejabat si itu, titipannya si fulan, bla bla bla bla….WOW! Indonesia banget kan?KKN tuh emang dimana-mana, gimana mau maju nih negara kalo dari unsur kecil semacam jenis pendidikan Sekolah Dasar saja sudah bobrok! Kata mamah, beliau tidak pernah pesimis, always optimis, karena kebenaran pasti akan selalu menang, mamah yakin bahwa Tuhan itu adil, Tuhan pasti bersama kita yang tak kenal lelah dan niatnya murni mengabdi, mamah tetap semangat berusaha untuk bisa mewujudkan cita-citanya mengabdi kelak, akupun selalu berdoa semoga mamah dapat mewujudkan cita-cita mulianya sebagai Kepala Sekolah untuk membimbing guru serta murid-muridnya. Ammin Ya Robballalmin.

********       
Okay, itu sedikit cerita (sengaja hanya kubuat 1 paragrap agar terlihat sedikit, hahahaa) balik lagi deh ke judul cerita utama!yuuhuuuu…benar-benar hari kemarin termasuk hari yang menyebalkan, sudah mati lampu, dan aku juga bingung mau ngapain aja kegiatanku di weekend (setiap hari bagiku adalah weekend) hahhahahaa……….akhirnya aku menelepon mamah untuk berkabar-kabar dengan beliau!

Episode curhatku:
“mah, tadi aku pipis, terus kulihat ada flek merah! Oh tidaak!!aku ternyata halangan maaaahhhh….aku menstruasi…hiks..hiks…” ucapku lirih hampir mau menangis.

“hahahahaa… ya terus?kok kalo haidh malah sedih mau nangis gitu sih?”

“ya iya lah sedih!eh mama kok ketawa, aku kan mens bulan ini, padahal aku ngarepnya engga mens, aku kan pengen ngisi mah…aku udah seneng-seneng kemarin jadual mens nya telat 1 hari, eh barusan ternyata malah mens…huhuuhuuuwww……….sedih nih mah…” aku sudah nangis (lebay ya..hahah iya aku emang saat itu kayaknya deep banget deh sedihnya)

“hahahaha…ya Allah nak, kamu kok gitu aja sedih, ya sabar lah nak..namanya belum rezeki, kamu harus sabar..kan masih bisa usaha lagi, jangan dipikirin nanti malah stress, kamu tenang ya..sabar dan terus usaha, jangan lupa doa sama Allah ya……”  mama bijak ala-ala motivator yang berusaha mendamaikan hati dan kegalau-an ku.

Baiklah, itu cuplikannya…dari panjangnya kuceritakan seperti ini:
Perasaanku galau galau galau galau galau pada saat mengetahui bahwa ternyata aku menstruasi.…hahhahahaa…makanya saat itu langsung aku jadikan topik untuk curhat ke emak! Aduh mak, sumpah eke galau galau galau bangeet deeh, padahal aku ngarep banget bulan ini bakalan jadi (siapa sih yang ga pengen hamil?) aku pengen banget bisa segera punya baby yang lucu dan tampan kayak ayahnya!hahhahahhaa (aa’ pasti ge-er) atau baby cantik yang pastinya kayak aku mommyny!hahhahahaa Amiinn Ya Robballalmin.

Oh Tuhan, pengen banget deeeh segera punya baby, duh pasti senangnya luaar biasa!!merasakan hamil, menyusui, membesarkan anakku kelak. Amiiin.
Makanya, pas tau aku halangan bulan ini, wadoh stress setengah mati,, buseet…sumpah iihh beneran deh sedih.

Mama..mamaahhkuu emang super, Mario Teguhnya aku banget!!!!! Mama menghiburku perkara soal menstruasi ini, mama bercerita bahwa wajar jika kamu sedih, namun jangan terlalu berlarut, segala jodoh, rezeki, takdir itu Tuhan yang berencana, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Tuhan penentunya. Lagipula akunya sih yang lebay banget!!mamahku bilang bahwa aku super lebay sekali, kan baru juga 1 bulan menikah, ya gak papa kali kalau belum ngisi, gak perlu panik banget laah kalau tau menstruasi, hehehhehehee….beliau berbagi cerita bahwa dulu juga mama kosong 3 bulan pas menikah, baru setelah bulan ke 4 si mamah hamil, ya anak nya yang lahir ke dunia ya aku, Filoni Riwiyanti yang cantik jelita!hahahahhahaaa…….

Oh jadi gitu?aku sadar ga boleh panik, jangan terlalu dipikirin, mama bilang santai aja, hanya berusaha dan berdoa, jangan dibuat stress, nanti akunya malah sakit, mama bilang bahwa itu semua kuasa Tuhan. Aku dan aa’ harus lebih giat lagi berusaha mengocok adonannya, hahahhahaa….. dan aku bersama suami teruslah berdoa kepada Allah SWT agar kami segera memperoleh momongan. Ammin Ya Robballamin.

Setelah ke-galauanku dituntaskan oleh mamah, beliau berpesan bahwa ayo ceria lagi, apalagi ini sudah mendekati bulan Ramadhan, harus semangat karena ini Ramadahan pertamaku bersama pendamping hidup, mamahku benar-benar super!!! Love you Mom!!

Pada akhirnya aku lega, mamaku memang selalu benar….dan akupun melanjutkan dengan menelepon aa’ usai bergalau-ria sama si-mamah, hehhehee..dan kalian tahu??oh pasti sudah bisa menebak, aku menelepon aa’ dengan gaya-gaya tetap galau diawalnya dan kemudian tertawa ceria hati menjadi tenang plus lega diakhirnya.
Mamah

*anak adalah rezeki yang tak ternilai…anak merupakan titipan Allah SWT, jika manusia (orangtua) sudah siap, maka kun fayakun Allah SWT akan memberinya rezeki itu, sabar dan teruslah berusaha, segalanya tetaplah serahkan pada Allah SWT Maha Penentu segalanya. Allahu Akbar*  (Akhdi Permana berharap segera menjadi Ayah, Ammin Ya Robballalamin)

Wassalamualaikum Wr.Wb.