Jumat, 19 Juli 2013

Soraya Januari-Februari

Antara Januari dan Februari itu ada cerita
Kisah sembilu namun penuh suka
Semua mengira selesai pada akhirnya
Namun ternyata berhasil melewati masa-masa kritisnya.

Soraya masih belia, ia meminta sedikit dari kebahagiaan pujaan hatinya, ia tak ingin permintaan itu bercampur keserakahan atau egonya.
Soraya masih belia, ia gadis yang bercita-cita membahagiakan pujaan hatinya, tanpa menyentuh sedikitpun garis-garis akal sehatnya. Tak memperdulikan kata-kata “kamu sudah gila” yang menari-nari riang di fikirannya.

Soraya masih belia, entah ia gadis lugu atau sekedar membaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Ia berhasil memposisikan hatinya, membagi-bagi dalam beberapa porsi, namun porsi terbesar setelah Sang-Khalik ia tempatkan untuk sang pujaan hatinya.
Walaupun pada akhirnya Soraya harus merasakan kecewa hingga mencabut seluruh daging dari tubuhnya… harus menerima kenyataan bahwa: cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Soraya berdoa: “Tuhan..buatlah pria-ku mencintaiku, walau sedikit..walau kemungkinannya bagai mencari jarum di tumpukan jerami..tapi aku yakin ini tidak salah Tuhan..buatlah kami saling mencinta, yang salah hanya waktu kami dipertemukan..”

dan..pada akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanya….tapi Tuhan tidak pernah merubah takdirnya. Hanya sedikit mengabulkan pada bagian: buatlah kami saling mencinta.
Sebab Tuhan tidak pernah salah akan takdir terhadap ciptaan-Nya..
Sebab waktu tidak bisa diputar..jika bisa diputar maka akan bertimbul pertanyaan-pertanyaan tak waras seperti:
“Oh..kenapa tidak aku duluan yang dipertemukan dengannya?”
“Oh…kenapa tidak dia lahir sama dengan waktu Ibu melahirkan aku?”

Sedikit saling mencinta apalah artinya?namun sudah patutnya bersyukur..karena memang doanya hanya sedikit, tidak banyak…Soraya kala itu minta sedikit..sebab pujaan hatinya sudah memiliki kebahagiaan yang begitu luas. Soraya takut merusak bahagia pria yang dicintainya, ia takut menjadi sebab musabab sebuah kehancuran serta nestapa pada sang pujaan hatinya.

Soraya memulai antara Januari-Februarinya...tenang, masih panjang...hanya aku yang mencintai..dan jika kamu mencintaiku, maka itu hadiah dari Tuhan-ku, sebab aku rajin menyebut namamu dalam setiap doaku..(Soraya berdoa)

**************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar