Sabtu, 20 Juli 2013

Surga itu dekat, sedekat dekapan suamimu..

                                         Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia
walau jalannya sukar dan curam.
Dan apabila sayapnya memelukmu, menyerahlah kepadanya
walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung
sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya.
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya….
Adalah ketika dia tidak memedulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia…

penggalan tulisan itu merupakan bait goresan dari pujangga Kahlil Gibran yang saya dapatkan di cover belakang buku “Doa-Doa untuk Pengantin Sakinah di Dunia Bahagia di Akhirat” karya Sita Simpati. Buku bacaan itu saya beli 1 bulan sebelum pernikahan saya dan aa. Saat berada di Toko Buku Gramedia (Lampung) waktu itu saya yang biasanya menyukai buku-buku novel justru tertarik dengan buku karya Sita Simpati tersebut, maklumlah sebab saya berfikir bahwa waktu itu akan menjadi manten, hehehe…

Bukunya punya cover yang bagus, bunga sakura. Lucu. Saya tertarik sekali melihat judul pun ditambah covernya, quote don’t judge book from the cover agaknya tidak berlaku saat itu bagi saya, hehehe. Saya sudah menamatkan bacaannya, saya tidak melakukanya secara marathon. Saya membacanya ber tahap dan sedikit terputus, saya membaca tepat 1 hari sebelum pernikahan,sebab saya baru saja mendapatkan sedikit waktu senggang untuk santai membaca setelah resign dari perusahaan tempat saya bekerja. Pada bab-bab yang saya baca isinya membuat saya paham tentang makna pernikahan dan kenapa harus menikah. Menikah adalah jalan pembuka pintu surga. Subhannaullah, saya mengutip dari halaman 17 buku tersebut: Rasulullah Saw. Menyebut ketaatan kepada suami sebagai salah satu cara terbaik meraih surga setelah ketaatan kepada Allah.
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kesuciannya, dan taat kepada suaminya, dikatakan  kepadanya, ‘Masuklah engkau ke dalamsurga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR.Ahmad dan At-Thabrani)

Ketika saya membacanya, tertegun sudah pasti, ada perasaan takjub disana. Allah Maha Besar. Sebagai seorang istri, kelak saya harus patuh terhadap suami, selama suami menuntun saya ke jalan yang benar. Saya kemudian menjadi bertekad demikian, agar surga tidak jauh dari saya. Godaan itu pasti datang, namun itu tergantung dari kuatnya keimanan kita.

Kemudian, karena aktifitas saya yang sibuk saat hari H, saya baru melanjutkan membaca di 3 hari sesudah menikah. Saya melanjutkan bacaan di bab-bab yang tengah hingga bab akhir yang berisi lantunan doa untuk pengantin, dan saya benar-benar menamatkan baca-nya saat itu juga. Buku itu merupakan bacaan yang membuat iman kita Insha Allah bertambah dan lebih mantap buat menikah. Saya recommend buku bacaan ini buat blogger yang ingin segera menghadapi pernikahan atau yang sudah menikah.

Allah Maha Baik, Allah menganugerahkan aa yang sangat sabar menghadapi saya. Saya ini tipekal wanita yang jauh dari sempurna, namun suami tetap menerima saya apa adanya. Cobaan, kerikil kecil tentu saja ada, apalagi sebuah tangisan atau kesedihan…pasti menghiasi 1,5 bulan pijar nyala pernikahan kami berdua. Sabar…sabar kuncinya, sabar nya suami harus lebih besar terhadap perilaku istri yang sering kekanak-kanakan.

Pagi ini, dari semalam kami berdebat mengenai rencana tugas ke Kediri (lagi) yang memang rencananya saya agak bimbang memutuskan untuk ikut atau tidak. Dan seusai sahur saya memandang lekat wajah suami, dia adalah pria yang bersedia menikahi saya dengan segala kekurangan serta rahasia-rahasia saya, pria yang tidak mencoba mencungkil masa lalu saya, pria yang mengikat janji suci dihadapan Tuhan, pria yang membuat saya menangis dan tertawa..dia yang merupakan belahan jiwa…sungguh saya bahagia memilikinya. Tawaran itu akan saya jawab: “Aku bersedia hari ini berangkat lagi ke Kediri, walaupun tinggal di kontrakan petani, enggak di hotel ya ndak papa, yang penting bisa disamping kamu…”  Saya segera packing, dan aa memeluk saya begitu erat…sepertinya hatinya merekah bagai bunga sakura di cover Buku itu, saya berterimakasih pada Allah…atas nikmat ini, sekali lagi saya mengabari hati bahwa Surga itu dekat, sedekat dekapan aa.

Hari ini saya memilih, luka lama pada tanggal 22 yang menanti itu saya tinggalkan. Toh jika saya sejajarkan, sang luka lama tetap akan memilih wanita yang berpuluh tahun telah hidup bersamanya, dan bukan bunga yang baru merekah seperti saya (renungan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar