Assalamualaikum Wr.Wb.
Hei…tadi pagi aku bangun dengan persaan ga enak, mungkin
karena semalam tidur hingga larut, tapi benar saja, saat bangun ternyata mati
lampu!!!ya ampun…menyebalkan, Hp BB yang dari semalam ku charge berarti
sia-sia?sedikit lirik ternyata batere sudah terisi penuh, syukurlah….mati gaya
kufikir kalau HP ini lowbat, benar-benar ga ada kerjaan hari ini….. hahhaaa
kurasa memang setiap hari aku selalu ga ada kerjaan.
ini Minggu, oh weekend…..kurasa bagiku semenjak menikah
setiap hari adalah weekend!!!! Yippiiee!!kurasa entah mesti senang atau sedih,
tapi saat single dulu pastilah hari Minggu weekend gini surga bagi wanita karir
sepertiku (dulu). Sekarang???hehehee…setiap hari bisa santai, bahkan bangun
siang semoga bukan menjadi hoby atau kebiasaan sekarang! Tidak Filoni!
*******
Sembari ngulet-ngulet (bermalas-malasan di tempat tidur
mirip ulet) hhaahaa…aku membolak balikan badan, kanan kiri kanan kiri…merubah
posisi selimut, mencubit boneka, yah sepertinya rasa malas masih menempel erat
ditubuhku! Huh! Mati lampu pagi ini, akan mati kutu sepertinya??aah…tidak juga,
harus mencari sesuatu kegiatan..dimulai dari fikiranku yang berkhayal tiba-tiba
seperti ada suara Mamah: “nak…bangun nak sudah siang…” padahal tidak demikian! aku
benar-benar sedang menghayal saat ini, ini kamar kosan (plus bersama aa’) mana
mungkin ada suara si Mamah??
Aku kangen Mamah…ya kangen!!!!!!!!!!!!!!!!! terakhir kali
aku hanya sms dan bilang bahwa aku baik, sudah makan, pakai bakso,rajin
mandi,bisa masak…yayayaya…aku hanya sms kan?Oh..aku ingin telepon si Mamah…telepon
Mamah..telepon Mamah!!
********
“Mah? Sehat?”
“Iya nak….wah..sombongnya kamu nak..kok baru telepon mamah
sekarang.”
sedikit cuplikan, oke itu bukan cuplikan tapi secuil
contekan hahhaaa… pembuka pembicaraanku dengan si mamah, mendengar suaranya
benar-benar membuatku seperti tersiram air saat musim kemarau, atau agak
berlebihan seperti iklan Sprite yang ada sodanya…cuusss!!aahh…legaaaaa.
lega karena aku kangen mamah, entah kenapa pula aku ini
pelit atau memang golongan durhaka yang hanya menghubungi Ibunya via sms,
hahhhaa kere! Ya tapi tidak juga, waktu bertelepon sama Ayah, aku selalu
bilang: “Yah, mama lagi ngapain?sehat?salam ya buat mamah..” dan so simple
kurasa pertanyaan/pernyataan itu mewakili kan? Mereka suami-istri, kalau kata
Ayah bahwa Mamah sehat, aku berfikir bahwa ga perlu ngomong lagi ke mamah, aku
sudah percaya sama Ayah.
Oke, terhitung 1 bulan aku merantau, hemh..aku 25 tahun saat
ini, tapi memang seumur hidup belum pernah jauh dari keluarga, istilahnya: “selalu
dibawah ketiak emak” hhahhahaa… ya memang begitu adanya, aku si anak sulung
yang selalu dekat Ayah juga Mamah. Tidak seperti kedua adik perempuanku (Ica
dan Ade) mereka dari SMA,kuliah malah sudah diizinkan merantau, dan saat ini
Tuhan menganugerahiku kehidupan baru…menikah dan mengikuti suami..jauh dari
keluarga..jauh dari Mamah dan Ayah..sudah saatnya belajar mandiri..ketiak Mamah
sudah terlalu subur dan bau untuk lebih lama lagi kudiami..hehheee..
Kutambah lagi sedikit cuplikan obrolan kami (anak – ibu) via
telpon tadi pagi:
“bukan sombong mah, baru ada waktu….kemarin-kemarin aku
sibuk…”
“gaya kamu…sibuk apa?palingan kamu tidur aja!”
“iyaa…itu mamah tau, memang aku cuma bobo sepanjang waktu…”
“huh, dasar anak males!udah nikah,sekarang sombong dan tetep
aja maleees!”
“hahahhaaa….mamah jago nebak yeee…”
Si mamah, membuat
tuduhan begitu amat kepadaku?hahhaa..tapi itu sepertinya bernilai 100
mam, soalnya memang mamah tepat, hampir lebih banyak waktu disini kuhabiskan
untuk tidur. Udara dinginnya desa kerebet membuat ku ngantuk sepanjang waktu
(alesan).
Aku seperti ingin tertawa, malah memang terlalu sering tertawa saat mengobrol sama
mamah tadi pagi, kucandai dia, kuberikan cerita-cerita lucu ke beliau,
kuceritakan tentang perbandingan disini dengan di Lampung, aku bilang bahwa ini
desa, tapi ramainya desa seperti sudah menyamai kota, soalnya ini Pulau Jawa,
ya…menurutku disini memang lebih maju daripada desa di Lampung. Kubuat
perbandingan, kusebut di Lampung ini seperti wilayah Natar, yah perbandingan
yang supaya mamah lebih mudah menggambarkannya, walaupun sebenarnya masih bagus
disini..hehehee.
Kami (ibu-anak) bercerita..tertawa…tapi ada kalimat yang
sering mamah lontarkan, kudengar lebih
dari 3 kali, kalimat seperti ini: “sombong kamu sekarang..” atau “tuh kan udah gaya, sombong….” atau “wiih
sombongnya..” bahkan di awal percakapanpun beliau membuka dengan: “wah..sombongnya
kamu nak..kok baru telepon mamah sekarang.”
Sombong? saat menulis blog ini aku berfikir, kenapa si Mamah
bilang aku sombong sih ya??ahhahaaa…sombong apa karena aku yang pelit (wajar
karena sekarang aku lagi nganggur)
berusaha berhemat dengan hanya mengabari dia via sms?atau sombong karena aku
hanya melepon Ayah (cemburu ini sih dia), atau sombong karena aku seringkali
nebeng menanyakan kabar beliau dan menitip salam buat beliau melalui bbm ke adik-adik
yang di rumah?atau sombong karena pernah satu kali aku tidak mengangkat
teleponnya karena saat itu aku sedang mandi dan Hp kutinggal (alasannya sudah
ku-klarifikasi ke mamah saat itu via sms) atau sombong kenapa?sombong
kenapa?kenapa sih dibilang sombong?hahhahaaaa…
Sombong ?apanya coba yang disombongin?kami (aku dan aa)
masih tinggal di kost (kamar kecil)..kalau kami tinggal di istana (lebay) baru
bisa sombong deh mom!hhehehheeeehhe…
fuuuuuh….(hela nafas) mungkin…atau sebenarnya kata-kata “sombong” yang selalu mamah ucapkan
saat awal percakapan, tengah percakapan, akhir percakapan adalah kalimat
pengganti dari: “kangen”
ya..kangen..mamah kangen kamu nak, tapi mamah kan gengsi
buat bilangnya, soalnya kan mamahmu ini jauh lebih tua darimu..mamah ini kan
yang ngelahirin kamu,ngebesarin kamu, mamah cinta kamu nak..sebagai anak sudah
seharusnya kamu rajin hubungi mamah dong, soalnya mamah bener-bener kangen kamu
nak,mamah pengen tau kabar kamu, mamah pengen ngobrol banyak sama kamu nak,
mamah pengen tau kamu lagi apa, mamah kangen, mamah kangen sama kamu nak..mamah
bilang kangeeeenn sekaliii sama kamu putri kecilku..………
*suatu saat, jika aku menjadi Ibu…aku juga akan merasakan kangen pada anakku kelak saat ia jauh merantau dari ketiakku..lalu kubilang: nak, kamu kok sombong sekarang? (Love You Mamah Dewi and Mamah Titin)
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar