Minggu, 07 Juli 2013

Cerita ke Mamah bagian-1 (kamu sombong nak)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Hei…tadi pagi aku bangun dengan persaan ga enak, mungkin karena semalam tidur hingga larut, tapi benar saja, saat bangun ternyata mati lampu!!!ya ampun…menyebalkan, Hp BB yang dari semalam ku charge berarti sia-sia?sedikit lirik ternyata batere sudah terisi penuh, syukurlah….mati gaya kufikir kalau HP ini lowbat, benar-benar ga ada kerjaan hari ini….. hahhaaa kurasa memang setiap hari aku selalu ga ada kerjaan.

ini Minggu, oh weekend…..kurasa bagiku semenjak menikah setiap hari adalah weekend!!!! Yippiiee!!kurasa entah mesti senang atau sedih, tapi saat single dulu pastilah hari Minggu weekend gini surga bagi wanita karir sepertiku (dulu). Sekarang???hehehee…setiap hari bisa santai, bahkan bangun siang semoga bukan menjadi hoby atau kebiasaan sekarang! Tidak Filoni!

*******
Sembari ngulet-ngulet (bermalas-malasan di tempat tidur mirip ulet) hhaahaa…aku membolak balikan badan, kanan kiri kanan kiri…merubah posisi selimut, mencubit boneka, yah sepertinya rasa malas masih menempel erat ditubuhku! Huh! Mati lampu pagi ini, akan mati kutu sepertinya??aah…tidak juga, harus mencari sesuatu kegiatan..dimulai dari fikiranku yang berkhayal tiba-tiba seperti ada suara Mamah: “nak…bangun nak sudah siang…” padahal tidak demikian! aku benar-benar sedang menghayal saat ini, ini kamar kosan (plus bersama aa’) mana mungkin ada suara si Mamah??

Aku kangen Mamah…ya kangen!!!!!!!!!!!!!!!!! terakhir kali aku hanya sms dan bilang bahwa aku baik, sudah makan, pakai bakso,rajin mandi,bisa masak…yayayaya…aku hanya sms kan?Oh..aku ingin telepon si Mamah…telepon Mamah..telepon Mamah!!

********            

“Mah? Sehat?”
“Iya nak….wah..sombongnya kamu nak..kok baru telepon mamah sekarang.”

sedikit cuplikan, oke itu bukan cuplikan tapi secuil contekan hahhaaa… pembuka pembicaraanku dengan si mamah, mendengar suaranya benar-benar membuatku seperti tersiram air saat musim kemarau, atau agak berlebihan seperti iklan Sprite yang ada sodanya…cuusss!!aahh…legaaaaa.

lega karena aku kangen mamah, entah kenapa pula aku ini pelit atau memang golongan durhaka yang hanya menghubungi Ibunya via sms, hahhhaa kere! Ya tapi tidak juga, waktu bertelepon sama Ayah, aku selalu bilang: “Yah, mama lagi ngapain?sehat?salam ya buat mamah..” dan so simple kurasa pertanyaan/pernyataan itu mewakili kan? Mereka suami-istri, kalau kata Ayah bahwa Mamah sehat, aku berfikir bahwa ga perlu ngomong lagi ke mamah, aku sudah percaya sama Ayah.

Oke, terhitung 1 bulan aku merantau, hemh..aku 25 tahun saat ini, tapi memang seumur hidup belum pernah jauh dari keluarga, istilahnya: “selalu dibawah ketiak emak” hhahhahaa… ya memang begitu adanya, aku si anak sulung yang selalu dekat Ayah juga Mamah. Tidak seperti kedua adik perempuanku (Ica dan Ade) mereka dari SMA,kuliah malah sudah diizinkan merantau, dan saat ini Tuhan menganugerahiku kehidupan baru…menikah dan mengikuti suami..jauh dari keluarga..jauh dari Mamah dan Ayah..sudah saatnya belajar mandiri..ketiak Mamah sudah terlalu subur dan bau untuk lebih lama lagi kudiami..hehheee..

Kutambah lagi sedikit cuplikan obrolan kami (anak – ibu) via telpon tadi pagi:
“bukan sombong mah, baru ada waktu….kemarin-kemarin aku sibuk…”
“gaya kamu…sibuk apa?palingan kamu tidur aja!”
“iyaa…itu mamah tau, memang aku cuma bobo sepanjang waktu…”
“huh, dasar anak males!udah nikah,sekarang sombong dan tetep aja maleees!”
“hahahhaaa….mamah jago nebak yeee…”

Si mamah, membuat  tuduhan begitu amat kepadaku?hahhaa..tapi itu sepertinya bernilai 100 mam, soalnya memang mamah tepat, hampir lebih banyak waktu disini kuhabiskan untuk tidur. Udara dinginnya desa kerebet membuat ku ngantuk sepanjang waktu (alesan).

Aku seperti ingin tertawa, malah memang  terlalu sering tertawa saat mengobrol sama mamah tadi pagi, kucandai dia, kuberikan cerita-cerita lucu ke beliau, kuceritakan tentang perbandingan disini dengan di Lampung, aku bilang bahwa ini desa, tapi ramainya desa seperti sudah menyamai kota, soalnya ini Pulau Jawa, ya…menurutku disini memang lebih maju daripada desa di Lampung. Kubuat perbandingan, kusebut di Lampung ini seperti wilayah Natar, yah perbandingan yang supaya mamah lebih mudah menggambarkannya, walaupun sebenarnya masih bagus disini..hehehee.

Kami (ibu-anak) bercerita..tertawa…tapi ada kalimat yang sering  mamah lontarkan, kudengar lebih dari 3 kali, kalimat seperti ini: “sombong kamu sekarang..”  atau “tuh kan udah gaya, sombong….” atau “wiih sombongnya..” bahkan di awal percakapanpun beliau membuka dengan: “wah..sombongnya kamu nak..kok baru telepon mamah sekarang.”

Sombong? saat menulis blog ini aku berfikir, kenapa si Mamah bilang aku sombong sih ya??ahhahaaa…sombong apa karena aku yang pelit (wajar karena sekarang  aku lagi nganggur) berusaha berhemat dengan hanya mengabari dia via sms?atau sombong karena aku hanya melepon Ayah (cemburu ini sih dia), atau sombong karena aku seringkali nebeng menanyakan kabar beliau dan menitip salam buat beliau melalui bbm ke adik-adik yang di rumah?atau sombong karena pernah satu kali aku tidak mengangkat teleponnya karena saat itu aku sedang mandi dan Hp kutinggal (alasannya sudah ku-klarifikasi ke mamah saat itu via sms) atau sombong kenapa?sombong kenapa?kenapa sih dibilang sombong?hahhahaaaa…

Sombong ?apanya coba yang disombongin?kami (aku dan aa) masih tinggal di kost (kamar kecil)..kalau kami tinggal di istana (lebay) baru bisa sombong deh mom!hhehehheeeehhe…
fuuuuuh….(hela nafas)  mungkin…atau sebenarnya  kata-kata “sombong” yang selalu mamah ucapkan saat awal percakapan, tengah percakapan, akhir percakapan adalah kalimat pengganti dari: “kangen”

ya..kangen..mamah kangen kamu nak, tapi mamah kan gengsi buat bilangnya, soalnya kan mamahmu ini jauh lebih tua darimu..mamah ini kan yang ngelahirin kamu,ngebesarin kamu, mamah cinta kamu nak..sebagai anak sudah seharusnya kamu rajin hubungi mamah dong, soalnya mamah bener-bener kangen kamu nak,mamah pengen tau kabar kamu, mamah pengen ngobrol banyak sama kamu nak, mamah pengen tau kamu lagi apa, mamah kangen, mamah kangen sama kamu nak..mamah bilang kangeeeenn sekaliii sama kamu putri kecilku..………

Ayah-Aku-Mamah (Saat Idul Fitri)

*suatu saat, jika aku menjadi Ibu…aku juga akan merasakan kangen pada anakku kelak saat ia jauh merantau dari ketiakku..lalu kubilang: nak, kamu kok sombong sekarang? (Love You Mamah Dewi and Mamah Titin)

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar