Senin, 08 Juli 2013

Gadis dan Tulisan-nya dahulu

dulu…ya dulu itu ada seorang gadis yang hobi menulis, lalu dia sering menulis di buku diary, karena yang ditulisnya itu perihal kegiatannya sehari-hari dan sifatnya lebih kepada soal jatuh cinta dan khayalan-khayalan masa puber-nya, maka jadilah si gadis itu menulis sambil dikreasikan warna-warna di bukunya sesuai perasaan hatinya, terkadang sampai ditempel-tempel sticker atau foto di buku diarynya(pernah si gadis sampai menggunakan lipstick ibunya untuk membuat tanda seperti bibir di kertas buku diary-nya). Sampai pada suatu ketika sang Ibu si gadis itu sekali waktu membuka buku  berisikan cerita-cerita anaknya, ibunya tersenyum geli dan mnjadikan hal itu sebagai bahan ejekan becanda untuk anaknya itu. Si gadis yang beranjak remaja itu marah dan gak terima ejekan ibunya, maka mulai saat itu si gadis mengunci buku diary-nya!! Si gadis tetap rajin menulis di buku diary, tapi buku itu selalu ia kunci, ia gembok, ia sembunyikan se-berharga celengan -nya. Ia tetap menulis..tetap menulis hingga SMA!


-diary-
Saat SMA dan kuliahnya, si gadis mulai mengikuti perkembangan zaman tekhnologi semakin maju, termasuk tekhnologi informasi, dari mulai zaman disket,terus CD..sampai ada yang namanya flasdisk. Si gadis juga semakin tumbuh menjadi pribadi yang melek akan informasi, ia belajar ilmu komputer dan media sosial. Si Gadis mulai mengerti adanya jejaring sosial, muali dari apa itu berkirim surat via e-mail, chating lewat YM,lalu mulai mainan friendster, blogger, facebook, dan yang lainnya.




Apakah si gadis meninggalkan buku diarynya? Oh tentu saja perlahan-lahan  si gadis mulai mengenal  menulis pakai komputer, si gadis mulai merasa bahwa menulis menggunakan tangan dan pena itu jauh lebih pegal daripada mengetik di komputer, jadilah si gadis terkadang bete atau jenuh sambil memijat-mijat tangannya jikalau sedang menulis buku diary yang terkunci itu. Si gadis mencoba buat blog dan menulis pakai komputer, si gadis menemukan kenyamanan bercerita dengan menulis di komputer. Namun si gadis masih cukup trauma saat itu…ia trauma takut-takut kalau saja di media sosial orang akan mengenalnya, mengenal tulisannya, membaca soal curhatan-nya yang kadang mengisyaratkan perasaan cintanya, takut kalau puisinya ketahuan, si gadis tak kehabisan akal..ia tetap menulis dengan menggunakan nama samaran. Nama yang orang lain tentunya tidak akan mengenalnya.

Apa kabar buku diary  si gadis?  Si gadis tidaklah lupa diarynya, ia berterimakasih pada bukunya, karena lewat buku ia justru dapat mengenal keajaiban-ajaiban lainnya..lewat diary itu ia bisa melihat perkembangan dirinya sendiri dari masa ke masa, tentang semudah apa dia menyukai seseorang namun sesulit apa dia jatuh cinta, si gadis menyadari bahwa menyukai dan mencintai itu berbeda. Si Gadis menyukai bercerita, namun ia mencintai menulis, walau itu di buku ataupun di komputernya. Terkadang saat mati lampu tentu si gadis sulit menulis di komputernya, buku diary tetap menjadi pilihannya.

Si Gadis beranjak dewasa….lebih banyak kegiatan yang ia lakukan di luar sana, si gadis sudah mulai lebih banyak bergaul dengan orang-orang nyata, ia terlalu banyak bekerja…berkumpul..bekerja…berkumpul lagi…bekerja…hingga sampai di rumah pun waktu kosongnya ia cukupkan hanya untuk beristirahat. Sesekali saja ia melihat buku diarynya, sesekali juga menulis di komputernya.Dulu….dulu sekali si gadis yang mencintai menulis itu menggunakan nama kiasan serta samarannya, zaman masih labil atau ABG, semua dihapusnya…takut kalau kehidupannya yang  sekarang  terpengaruhi oleh cerita-cerita labilnya. Tidak terpengaruhi memang, tapi tetap lucu-lucu jika ia membacanya sekilas, atau sekilas mengintipnya. Ia ingin memulai baru kembali, sama seperti perjalanan baru di hidupnya saat ini.

*Tulisan-tulisan masalalu boleh diintip, untuk sekedar melihat cerita lucu atau mengambil hal-hal kebaikan didalamnya, bukan untuk mempengaruhi hidup serta masa depanmu yang sekarang* (Filoni Riwiyanti menghapuskan kenangan pahit masa lalu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar