![]() |
| -diary- |
Apakah si gadis meninggalkan buku diarynya? Oh tentu saja perlahan-lahan si gadis mulai mengenal menulis pakai komputer, si gadis mulai merasa bahwa menulis menggunakan tangan dan pena itu jauh lebih pegal daripada mengetik di komputer, jadilah si gadis terkadang bete atau jenuh sambil memijat-mijat tangannya jikalau sedang menulis buku diary yang terkunci itu. Si gadis mencoba buat blog dan menulis pakai komputer, si gadis menemukan kenyamanan bercerita dengan menulis di komputer. Namun si gadis masih cukup trauma saat itu…ia trauma takut-takut kalau saja di media sosial orang akan mengenalnya, mengenal tulisannya, membaca soal curhatan-nya yang kadang mengisyaratkan perasaan cintanya, takut kalau puisinya ketahuan, si gadis tak kehabisan akal..ia tetap menulis dengan menggunakan nama samaran. Nama yang orang lain tentunya tidak akan mengenalnya.
Apa kabar buku diary si gadis? Si gadis tidaklah lupa diarynya, ia berterimakasih pada bukunya, karena lewat buku ia justru dapat mengenal keajaiban-ajaiban lainnya..lewat diary itu ia bisa melihat perkembangan dirinya sendiri dari masa ke masa, tentang semudah apa dia menyukai seseorang namun sesulit apa dia jatuh cinta, si gadis menyadari bahwa menyukai dan mencintai itu berbeda. Si Gadis menyukai bercerita, namun ia mencintai menulis, walau itu di buku ataupun di komputernya. Terkadang saat mati lampu tentu si gadis sulit menulis di komputernya, buku diary tetap menjadi pilihannya.
Si Gadis beranjak dewasa….lebih banyak kegiatan yang ia lakukan di luar sana, si gadis sudah mulai lebih banyak bergaul dengan orang-orang nyata, ia terlalu banyak bekerja…berkumpul..bekerja…berkumpul lagi…bekerja…hingga sampai di rumah pun waktu kosongnya ia cukupkan hanya untuk beristirahat. Sesekali saja ia melihat buku diarynya, sesekali juga menulis di komputernya.Dulu….dulu sekali si gadis yang mencintai menulis itu menggunakan nama kiasan serta samarannya, zaman masih labil atau ABG, semua dihapusnya…takut kalau kehidupannya yang sekarang terpengaruhi oleh cerita-cerita labilnya. Tidak terpengaruhi memang, tapi tetap lucu-lucu jika ia membacanya sekilas, atau sekilas mengintipnya. Ia ingin memulai baru kembali, sama seperti perjalanan baru di hidupnya saat ini.
*Tulisan-tulisan masalalu boleh diintip, untuk sekedar melihat cerita lucu atau mengambil hal-hal kebaikan didalamnya, bukan untuk mempengaruhi hidup serta masa depanmu yang sekarang* (Filoni Riwiyanti menghapuskan kenangan pahit masa lalu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar